Bekerjalah Dalam Damai

Ketika banyak manusia sibuk bertikai, pergilah ke ladang sawah milikmu.

Bawalah sabit. Bekerjalah dengan penuh kedamaian. Bersihkan lahan dengan tekun. Biarkan keringatmu menetes. Biarkan peluh itu membasahi sekujur tubuhmu.

Taburkan benih-benih kebaikan.

Ingatlah selalu:

Tuhan selalu membalas satu kebaikan dengan berlipat kebaikan.

Satu benih yang kau tanam akan memberimu puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali lipat. Begitulah kasih sayang Tuhan.


Ketika banyak manusia sibuk saling mencemooh, sibukan dirimu dengan pekerjaanmu sendiri.

Bersihkan setiap gulma dan hama.

Rawatlah setiap tanaman yang kau tanam; tanaman yang telah ditumbuhkan oleh Rabbul Izzati.

Ajaklah mereka untuk bekerja.

Katakan bahwa setiap jerih payah pastilah ada hasilnya. Setiap upaya pasti ada balasannya.

Sehari sehelai benang, setahun akan menjadi kain. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Dan gunung yang tinggi menjulang berasal dari tumpukan kerikil dan batuan kecil.

Itu semua adalah pepatah agar kita tekun dalam setiap pekerjaan.

bekerja dalam damai itu


Bekerjalah dalam damai.

Nikmati semilir anginnya. Nikmati betapa indah pemandangan sawah ladangmu. Nikmati pula lumpur-lumpur yang dianggap kotor oleh sebagian manusia.

Sapalah burung-burung yang datang menganggumu.

Jangan marah. Mungkin burung itu cemburu melihatmu rajin meniti titian hidupmu yang indah itu.


Jika engkau lelah, bekerjalah dalam istirahatmu.

Tidur adalah cara bekerja dalam damai untuk mengumpulkan tenaga. Tenaga yang kau perlukan untuk melanjutkan kerjamu esok hari.


Tenangkan hatimu dengan doa kepada Sang Pencipta semesta.

Doa adalah cara kita mendekatkan diri kepadaNya. Cara kita menyampaikan segala beban; resah dan gelisah.


Jika tanaman mulai matang....dan tanaman telah siap dipanen, ajaklah saudara-saudaramu, kerabatmu, dan orang yang kau kenal.

Ajaklah mereka menuai panen.

Bagilah kebahagiaan itu bersama-sama.

Meskipun mereka culas, tidak pernah memperhatikan dirimu, hanya mengambil keuntungan dari setiap kebaikanmu.... tetaplah berbagi.

Hati yang dermawan berhak mendapatkan kekayaan dari Tuhan.

Tuhan akan memasukan kebahagiaan yang berlapis-lapis untukmu. Membukakan pintu-pintu rezeki dan memenuhi dadamu dengan kekayaan.


Jika mereka masih sibuk bertikai, biarlah dirimu yang bekerja dalam damai.

Petiklah panenmu.

Petiklah sembari tersenyum kepada Tuhan: bahwa engkau bersyukur atas semua karunia dariNya.

Engkau menyadari bahwa Tuhan begitu sayang kepada dirimu dengan menjadikan dirimu pribadi yang tentram.

Bekerjalah sahabatku.

Mudah-mudahan melalui kerja itu kita bisa memiliki sesuatu.

Ketika kita memiliki sesuatu, maka kita bisa memberi sesuatu: entah untuk ayah dan ibu, untuk putra putri kita, sahabat, maupun untuk diri sendiri.




Curhat TKW : Meskipun Sedih Kurangkai Masa Depan

curhat tkw taiwan, hongkong, sedih


Meskipun pedih, kukuatkan hati ini meninggalkan anakku yang masih kecil, meninggalkan ibuku yang selalu mengkhawatirkanku, meninggalkan ayahku yang mencemaskanku, juga suamiku.

Aku tabahkan hati ini demi mengubah nasib: mengubah masa depan kami agar lebih baik.

Aku tak tahu dengan cara apalagi kecuali dengan cara ini.

Aku tak menghiraukan apa anggapan orang. Bekerja jauh dari keluarga, bekerja banting tulang siang dan malam. Kadang hanya untuk sekedar bertahan hidup.

Di sini aku dilanda rasa sepi.

Didera rasa rindu yang mendalam pada kampung halaman.

Pada suara manja anakku, pada derai tawanya yang mengobati lukaku, pada keluguannya yang menjadi penghibur sedihku, pada kelucuannya yang membuatku tetap tegar menjalani kehidupan ini.



Ya Allah...

Tabahkan hatiku yang satu-satunya ini.

Luruskan niatnya bila tersalah, cahayai dengan cahaya-Mu, tentramkan dengan kententraman dariMu, tenangkan dengan ketenangan yang tak tergoyahkan.

Penuhi hatiku dengan cinta dan kasih.

Cinta dan kasih untuk anak-anakku dan keluargaku.

Aku masih bisa menahankan kesedihanku di sini; tetapi aku tak mungkin sanggup melihat kesedihan pada anak-anakku.

Aku tak ingin mereka kekurangan makan.

Aku tak ingin mereka tak sanggup pergi ke sekolah hanya kekurangan biaya.

Aku ingin melihat anak-anakku tumbuh dengan penuh keceriaan, menatap masa depan dengan penuh keyakinan,

...memiliki rumah untuk kami berteduh, mempunyai usaha yang dengannya kami mendapatkan rezeki dariMu.

Meskipun untuk mendapatkan itu semua, aku harus berkorban, memendam rindu mendalam, dan menitikan air mata kesedihan.

Tetapi aku rela.

Aku rela menjalani ini semua.

Aku rela meskipun banyak mata menatap rendah padaku, banyak suara yang mencemooh diriku.

Tetapi bukankah mereka tidak pernah tahu kepedihan hatiku.


Aku tahu jalan hidupku ini amat berat.

Dengan segenap kerendahan hati aku memohon kepadaMu agar Engkau menguatkan jiwaku:


aku tahu keimananku amat rapuh, maka kuatkanlah.

aku tahu niatku mudah goyah, maka luruskanlah.

aku tahu lingkunganku dapat merusak diriku, maka bimbinglah hambaMu ini.

Kepada siapa lagi aku meminta selain kepadaMu?

Kepada siapa lagi aku berharap kecuali hanya kepadaMu?



Ya Allah...

Mudahkanlah segala urusan kami.

Ubahlah yang sulit menjadi mudah, yang keras menjadi lembut, yang tak tahu tata krama  menjadi sopan, yang melecehkan menjadi menghargai.

Jadikan setiap kesulitan sebagai jalan untukku mendapatkan hati yang tabah.

Jadikan setiap ketekunanku sebagai harga untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah.

Jadikan setiap keluh kesahku sebagai permohonan bahwa diri ini sangat membutuhkan kasih sayangMu.

Jadikan setiap tetes keringatku sebagai amal kebajikan sebagai bekalku ketika menghadapMu.


Meminta kepada manusia membuatku kecewa. Berharap kepada mereka hanya membuat hatiku terluka.

Hanya kepadaMu aku memohon.

Tak akan aku berharap kecuali hanya kepadaMu.


Ya Allah...

Hanya Engkaulah yang sanggup mewujdukan semua cita-citaku.

Tolonglah diriku yang lemah ini.

Ampunilah segala dosa-dosaku. Ampuni kesalahan-kesalahanku.

Dengan hati yang serasa hancur, aku menujuMu. Memohon rahmatMu. Mengharapkan agar Engkau meridhai kerja kerasku.

Kasihlah diriku, anak-anakku, ayah ibuku, suamiku, handai taulanku...

Kasihilah diriku dan sahabat-sahabatku yang kini meniti masa depan dengan berjuang di negeri orang.


Ya Allah...

Terimalah amal-amalku.

Jika memang jalan ini yang terbaik bagiku, tabahkan hatiku. Bila memang tidak baik bagiku, bagi agamaku, dunia, dan akhiratku, gantikan yang lebih baik untukku.





Curahan Hati Perempuan Sederhana Menyentuh Qalbu


Jikalah malam tiada berbintang, manalah indah malam sesunyi ini.
Jikalah embun tiada menitik, manalah segar daun di pagi hari.
Jikalah aku jauh dariMu, kemana hendak kucari kebahagiaan sejati. Sedangkan Engkau yang menurunkan kebahagiaan ke dalam jiwaku ini. 
Ternyata begitulah kehidupan.

Tak selamanya dipenuhi  bunga-bunga kebahagiaan, tidak pula selamanya dalam kesulitan.

Seperti matahari yang terbit dan tenggelam. Seperti siang yang bergantian dengan malam. Semuanya berputar dan bergantian.

Hanya saja...

Sebagai seorang wanita, terkadang hati ini rapuh.

Adakalanya ia membutuhkan seseorang yang kuat, yang menjaga kedamaian jiwanya, yang menentramkan resah hatinya.

Ada saat-saat dimana diri ini ingin menangis mencurahkan segala isi hati di pelukan sang kekasih.

Ya, wanita memang dianugerahi air mata agar ringan beban deritanya. Ketika dada sesak menahan emosi, air mata itu menguraikannya.

Ketika kesedihan menggetarkan hati, air mata ini menenangkannya.

Begitu pula ketika berbahagia, air mata ini menetes tanpa kuasa menahannya.


Setiap kata di bawah ini adalah curahan hati perempuan.

Perempuan itu adalah diriku sendiri. Seorang muslimah, seorang istri, dan seorang perempuan biasa.


curahan hati wanita tersakiti


AKU ADALAH SEORANG ISTRI


Aku adalah wanita yang memberikan segenap cinta ini kepadamu. 
Tak ada ambisi karir. Itulah diriku.

Sebelum menikah aku selalu menginginkan menjadi seorang yang mampu melayani suami dengan sepenuh hati.

Sebagaimana impian gadis remaja, aku ingin menjadi seorang sempurna di hadapan suami.

Aku membayangkan:

Menjadi seseorang yang memberikan senyuman terindah dalam hidupnya, orang pertama yang dilihatnya ketika bangun dari kepulasan tidur...

...seorang wanita yang menjadi embun penyejuk ketika hatinya panas oleh kegelisahan.

Sangat sederhana.

Aku ingin menyiapkan pakaiannya, memasakan makanan untuknya, dan menemaninya duduk berdua di saat-saat senja.

Mungkin impian itu terlihat kekanak-kanakan. Tetapi memang begitulah diriku apa adanya.

Aku ingin tetap sederhana.


MENJAGA KEMESRAAN

Beberapa kali telinga ini menjadi pendengar setia untuk curahan hati beberapa wanita; wanita yang tersakiti dalam rumah tangganya.

Ada yang mengatakan bahwa suaminya tidak pernah memahami dirinya. Sebagian mengatakan suaminya bermain cinta dengan perempuan lain.

Bahkan ada yang merasa bingung karena ia mencintai suaminya akan tetapi sikapnya bisa menyakiti sang suami.

Dari berbagai curahan hati sesama perempuan, aku menyadari bahwa setiap rumah tangga memiliki sisi itu.

Sisi dimana percikan keretakan menyala.

Jika tidak dapat dikendalikan, percikan kecil itu dapat menghanguskan bangunan rumah tangga.

Aku juga akhirnya memahami bahwa rumah tangga sangat membutuhkan kesabaran. Terutama di awal-awal pernikahan.

Sabar dalam berbagai hal.

Sabar menghadapi rintangan, musibah, dan yang terpenting sabar dalam menjalani proses penyesuaian diri dengan pendamping hidup.

Perlu waktu panjang agar suami istri bisa senada seirama.

Kecuali bagi mereka yang jiwanya matang dan berpikir dewasa, kemesraan harus dibangun dengan segenap pengorbanan

Banyak yang mengatakan perlu lima tahun untuk bisa mendapatkan rumah tangga yang stabil.


Hal penting yang dapat dilakukan seorang istri untuk meraih rumah tangga sakinah ialah kemampuan menghadirkan kemesraan.

Pelukan hangat secara tiba-tiba, suapan ketika makan bersama, atau duduk menemaninya di waktu senggang... semua itu bisa menumbuhkan kemesraan.

Aku hampir selalu menemaninya di setiap senja.

Berada di sampingnya ketika ia menuliskan sebuah puisi. Membuatkan teh hangat saat ia mengerjakan sesuatu.

Atau, bercerita santai menjelang tidur.

Satu waktu ia mencurahkan isi hatinya. Di lain waktu giliranku yang mengungkapkan perasaan dan pikiran.

Dengan cara itu kami menjalin kemesraan.

Dengan cara itu pula kami saling memahami keinginan masing-masing.

Ia seringkali menjelaskan apa saja keinginannya di masa depan: ingin bebas secara finansial, memiliki pasif income, dan bekerja di rumah saja.

Ia ingin selalu bersama, mendidik dan mengawasi anak-anak kami.

Dan aku....?

Aku kadang menceritakan bahwa aku ingin sekali membuka toko, mempunyai usaha, dan menyalurkan semangat wirausaha yang diwarisi dari keluargaku.


Inti dari semua itu... terciptanya kemesraan.


BERTINDAK PENUH KETULUSAN


Aku mencari seseorang yang bisa mengerti curahan hati perempuan, hati milikku satu-satunya.

Yang memahami siapa diriku sesungguhnya.

Tetapi itu dulu.

Kini seiring berjalannya waktu, aku menyadari setiap tindakan kita akan berdampak kepada kebahagiaan rumah tangga.

Ketika kita curhat kepada orang lain, ada sedikit unsur ketidakpercayaan kepada suami.

Padahal jika ada orang yang paling berhak mendengarkan curahan hati ini, dia adalah suamiku, pendamping hidupku.

"Sulit sekali berkomunikasi dengan suami..."

Mungkin kalimat itu mewakili banyak curahan hati perempuan lain selain diriku.

Akan tetapi aku katakan:

Bertindaklah dengan penuh ketulusan.

Yang membuat hati ini berjauhan, yang merenggangkan hubungan antara sepasang kekasih, adalah karena kurangnya ketulusan.

Sebagai seorang wanita, kadang aku lebih banyak mengambil tindakan yang didorong oleh emosi, amarah, dan kecamuk perasaan lainnya.

Bukan hanya diriku saja. Ternyata suamipun sama.

Oleh sebab itu, masing masing harus mawas diri; sadari sepenuhnya bahwa kita manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan.

Setelah itu, cobalah untuk melakukan apapun dengan penuh ketulusan.



RENDAH HATI DI HADAPAN SUAMI


Tak ada yang salah dengan rendah hati.

Ini bukan masalah gengsi. Bukan masalah menang atau kalah.

Aku menyadari ketika seorang perempuan berlaku rendah hati di hadapan suaminya, justru derajatnya semakin tinggi di mata suami.

Itu adalah fitrah.

Keluarga yang sakinah selalu mempunyai pola itu: istri yang rendah hati dan suami yang berjiwa memimpin.

Semoga berhasil dalam mendidik hati ini.

Semoga kemesraan ini berlabuh pada kebahagiaan hakiki.

Bukan sekedar kesenangan duniawi, lebih dari itu aku ingin kebahagiaan yang membasahi sekujur jiwaku.


TAK INGIN  MENJADI WANITA TERSAKITI


Cinta ini begitu indah.

Kemesraan ini sedang merekah.

Tunas-tunas kebahagiaan terus menerus tumbuh di sela-sela rumah kita.

Dengarlah suamiku...

Kadang di tengah kebahagiaan ini terselip rasa takut dalam hatiku.

Takut kalau-kalau kesetiaanmu memudar; takut kalau kalau kau bosan denganku lalu pergi mencari yang lain;

Takut seandainya engkau sukses lalu melupakan kebersamaan kita dalam perjuangan ini.

Aku tak ingin menjadi wanita yang tersakiti.

Tak ingin menjadi wanita yang hatinya luka, jiwanya merana, dan perasaannya dirundung duka.

Berjanjilah kepadaku:

Untuk selalu setia baik di waktu susah maupun bahagia,

Untuk mengecup keningku setiap selepas shalat,

Untuk memelukku di setiap malam-malamku,

Untuk menggendongku ke kamar mandi agar aku bangun untuk tahajud.

Aku tak ingin kehilangan semua keindahan itu.

Kau dengarkah curahan hatiku....



HATI YANG SEDIH APA OBATNYA?


Sekali terluka akan sulit menyembuhkannya: menyembuhkan hati seorang wanita.

Maka kupinta darimu agar menjaga hatiku ini.

Menjaga hatiku yang telah setia menemanimu: menyusuri hari-hari lalu yang penuh kegelapan.

Hatiku yang senantiasa memupuk rasa cinta untukmu. Menemanimu berjalan menuju masa depan yang cemerlang.

Mungkin ini hanya curahan hati seorang perempuan. Tapi dengarlah...

Air mataku mengalir saat namamu kusebutkan dalam doa-doaku.

Memang terkadang hanya air mata ini yang menjadi temanku. Ketika jiwa yang rapuh  ini mencari kekuatan, air mata pulalah yang mengelus hatiku.

Ketika rasa sedih menghinggapi diriku, air mata ini yang menjadi penawarnya.

Saat hidup terasa sangat sengsara, air mata ini tumpah dan mengalirkan semua duka.

Dengan air mata ini tubuhku gemetar untuk sekedar bersimpuh di hadapanNya; menceritakan betapa hatiku tak akan mampu menahan beban derita.

Aku hanya wanita biasa yang jauh dari kata sempurna.

Jangan sakiti diriku. Jangan kau buat sedih hatiku.

Karena aku tidak pernah tahu, hati yang sedih apa obatnya?

Kau dengarkah curahan hatiku?



Sabarkan Hatimu Dalam Penantian Jodoh

Sabarkan hatimu dalam penantian jodoh.

Ia mungkin sedang berada di satu tempat. Ia sedang bekerja keras membangun masa depannya yang mungkin akan dirajut bersamamu.

Kehidupan ini penuh dengan rahasia.

Namamu mungkin belum pernah hinggap di hatinya.

Wajahmu belum hadir di relung cintanya.

Tetapi jika jodoh, kamu dan dia akan disatukan dalam ikatan cinta. Cinta yang membuat hidup semakin bahagia.

Sabarkan hatimu dalam penantian panjang ini.

Kamu bukan menunggu seseorang. Kamu sebenarnya sedang menunggu kebahagiaan.

Jangan pernah bodoh dengan berputus asa.

Kelak, ketika hari persandingan itu datang, mungkin kamu akan mengerti segala rahasia dari penantian ini.

Sabarkan hatimu.

Inilah penantian yang paling romantis.

Seperti lirik-lirik syair yang terangkai indah. Lalu dipajang di dinding kamarmu. Setiap kali membacanya kamu tahu bahwa hidup ini akan menjadi indah.

Meskipun tertunda.

Meskipun bukan saat ini.

Penantian panjang ini adalah rahasia cinta.

sabarkan hatimu dalam penantian jodoh

SABARKAN HATIKU INI YA ALLAH


Mengapa aku harus ragu bila jodoh berada dalam kekuasaanMu?

Ia pasti datang bila sudah waktunya.

Jika ia sudah ditetapkan untukku, tak akan ada gunung yang bisa menghalangi, tak ada lautan yang bisa merintangi...

...tak akan ada badai yang bisa memisahkan, tak ada gurun yang bisa menjauhkan.

Ia akan bersamaku meskipun kini jauh.

Tetapi bila ia bukan jodohku, sedekat apapun tak ada yang bisa menyatukan.


Ajarkan kami cinta dengan cara yang paling indah.

Yang membuat hati ini tabah menyimpan rasa, sabar menahan goda.

Sabarkan hatiku ini ya Allah.

Buat hatiku merasakan keindahan saat menyimpan rindu dalam hati. Lalu ajarkan diriku untuk selalu menuangkan rindu dalam sujud- sujud panjang kepadaMu.

Rahasia ini. Cinta ini. Rindu ini. Dan segala yang tertunda jangan menghalangi diriku untuk tabah dalam penantian.


PENANTIAN INI MENJADI INDAH


Penantian ini begitu indah;

Indah jika rahasia hatimu terjaga,
keluhanmu mengurai dalam doa panjang,
romantismu tersimpan dalam jiwa,
hidupmu semakin dekat dengan-Nya.

Penantian ini begitu indah;

indah jika:
tidak menjadi bodoh
dengan merusak agama.

tidak lelah
bersimpuh di hadapan
Sang Pencipta.

Karena ketika bersimpuh itulah
hatimu menjadi percaya
bahwa segalahnya akan menjadi indah
saat ikhlas menjalani hidup sesuai yang telah digariskan oleh-Nya.


HANYA PADAMU AKU BERSERAH


Harapan itu belum lagi tercapai. Maka sabarkan hatiku ini ya Allah.

Dengan penantian panjang ini akhirnya aku mengerti bahwa diriku tak kuasa menolak takdirMu.

Meskipun sekuat tenaga aku berupaya, jika belum Kau izinkan tidak mungkin terlaksana.

Aku berharap setiap doa yang kulantunkan, setiap upaya yang aku kerjakan, semuanya bernilai di sisiMu.


Inilah hambaMu,
datang kepadamu dengan segenap rasa malu. Diri ini penuh dosa dan diliputi kehinaan. Datang kepadaMu Yang Maha Agung.

Di antara milyaran manusia di muka Bumi, inilah aku yang datang dengan hati hancur.

Betapa banyak dosa yang kulakukan.
Betapa banyak nista yang kukerjakan.

Sebenarnya aku malu datang kepadaMu. Tetapi kepada siapa lagikah mesti kusampaikan harapan ini?

Kepada siapa pula kukeluhkan lemahnya diriku, tak berdaya jiwaku?

Hanya kepadaMu sajalah aku datang.

Didiklah jiwaku untuk senantiasa sabar.

Jagalah hatiku yang satu-satunya ini agar selalu mengingat kebesaranMu.

Berilah keindahan kepada hatiku bahwa penantian ini adalah kehendak dariMu.

Aku mengharap kasih sayangMu, rahmatMu, keridhaanMu.

KepadaMu aku memohonkan jodoh yang baik bagiku: bagi hidupku, duniaku, agamaku, dan juga akhiratku.

Yang membimbing hatiku agar senatiasa bahagia dalam menjalani setiap ketetapan dariMu. Yang memiliki pundak yang dapat aku bersandar padanya.

Yang telinganya bersedia mendengar keluhan seorang wanita sepertiku,

Yang tatapan matanya dapat mengecup hatiku.

Yang lisannya menyimpan kelembutan hingga dapat menentramkan kecemasanku,

Yang jiwanya memiliki keagungan sehingga bisa mendamaikan sisi manjaku.


Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Dan Engkau berkuasa untuk mengabulkan doa dari hambaMu.


Ya Allah
Sabarkan hatiku ini dalam menunggu terkabulnya doa itu.





Menanti Jodoh Yang Tak Kunjung Datang



Ingin kucari malam paling sunyi untukku curahkan segala rasa ini.

Ingin kuhamparkan sajadah.

Kuungkapkan semua beban yang membuat mendung jiwaku.

Aku resah menanti jodoh. Aku gelisah menunggu. Menanti jodoh yang tak kunjung datang.

Kapankah Engkau mempercayai diri ini hidup berdampingan dengan seseorang yang kucintai?

Yang terbaik pilihan Mu. Agar dapat kucurahkan segenap cinta ini untuknya. Agar dapat kulayarkan bahtera rumah tangga...

... dengan segenap yang bernama keromantisan.

Agar aku dapat memberikan senyuman terindah ini, pelukan hangat, dan sapaan mendamaikan.

Betapa rindu jiwa ini pada pundak yang dapat kubersandar padanya. Pada tatapan yang menatapku penuh kasih mesra...

...pada seseorang yang mendamaikan hatiku yang resah, melindungi dengan segenap jiwa, dan membimbingku menuju hidup yang bahagia.

Aku rindu.

Menyulam rumah tangga bahagia, harmonis, dan sejahtera.

Bermain bersama anak-anakku, menjadi ibu yang baik dan bijaksana.

Dan mengucapkan kata-kata romantis untuk seseorang yang namanya terukir dalam hatiku. Mendoakannya agar dapat membimbingku.

Aku rindu.


Menanti jodoh yang tak kunjung datang

RINDU MENANTI JODOH


Hidup ini memang ajaib. Penuh kelok dan lika-likunya.

Ingin hati segalanya berjalan sesuai keinginan. Namun kita menyadari kendali kehidupan bukan berada di tangan kita sepenuhnya.

Begitu dengan masalah jodoh.

Benar kata orang: jodoh adalah rahasia Tuhan.

Aku memiliki teman yang cantik, akan tetapi jodohnya tak kunjung datang.

Ada pula yang menikah muda karena disukai banyak orang. Sayangnya usia pernikahannya tak pernah panjang.

Ada saja hal yang mencederai keharmonisan rumah tangga.

Dan iapun sebagaimana teman yang sedang menanti jodoh, ia menanti seseorang yang dapat menjadi pemimpin dalam menjalankan bahtera rumah tangga.

Ada yang pula sabar.

Lama menanti jodoh yang tak pasti, akhirnya berjumpa dengan seseorang yang benar-benar menyayanginya.

Rindu menanti jodoh. Itulah fitrah.

Bagiku, ketika kita diciptakan maka diciptakan pula pasangan untuk kita.



RESAH MENANTI JODOH YANG TAK KUNJUNG DATANG


Bukan hanya rindu menanti jodoh. Terselip resah, gelisah, cemas... saat menanti jodoh yang tak kunjung datang.

Jodoh memang tak pasti.

Aku mengatakan kepada sahabatku: keresahan itu bukan hanya milikmu.

Hampir semua yang sedang menanti jodoh duduk di altar kegelisahan. Gundah gulana itu memang sangat menyiksa.

Akan tetapi mungkin ada pula hikmahnya.



BELAJAR RENDAH HATI


Salah satu hikmah dari penantian jodoh ialah belajar rendah hati.

Ada kalanya sebagai manusia terselip di hati ini rasa angkuh. Entah karena merasa sebagai seorang yang cerdas, cantik, kaya...

Namun kecantikan itu...

Kecerdasan itu...

Kekayaan itu...

Sama sekali tidak berdaya membantu mendapatkan jodoh yang baik. Berkali-kali melakukan berbagai upaya, selalu saja gagal dan gagal.

Di saat seperti itulah.

Ketika semua pintu tertutup, semua kelebihan kita tak memiliki daya upaya, di saat itu pula mungkin Tuhan ingin mendengarkan keluh kesah dari hamba-Nya.

Mengeluhkan kepada-Nya bahwa kita membutuhkan penentram jiwa.

Mengungkapkan kepada-Nya sembari berderai air mata bahwa bukan kehendak kita yang berlaku di dunia ini.

Melainkan kehendak-Nya yang pasti menjadi kenyataan.

Di sini kita belajar untuk rendah hati.

Bersimpuh di hadapan-Nya seraya memohonkan dengan setulus jiwa.

Tak ada yang salah dengan rendah hati; mengakui bahwa kita tiada berdaya kecuali hanya dengan pertolongan-Nya.



KEPADANYA SAJA HARAPAN ITU


Ketika seluruh harapan hanyalah bertemu dengan kekecewaan, penantian bertemu dengan kegelisahan, tak ada jalan lain...

...kecuali kembali kepada-Nya.

Kepada-Nya sajalah harapan itu digantungkan.

Mungkin selama ini kurang bertawakal.

Datanglah kepadaNya. Ketuk pintu rahmat-Nya dengan ketulusan hati.

Pintu mana lagi jika pintu-Nya tertutup? Jalan mana lagi yang hendak ditempuh jika semua jalan buntu?


Inilah hambaMu,
Datang kepadaMu

Meskipun penuh dengan debu,
Meskipun bergelimang dosa,
Hanya kepada-Mu aku bersimpuh.

Kepada siapakah lagikah aku meminta
kecuali hanya kepada-Mu.

Tak ada tempatku bermohon
kecuali hanya kepadaMu.



SABAR MENANTI JODOH


Sandingkan harapan dengan doa. Lalu sandingkan penantian dengan kesabaran.

Lebih baik hidup menyendiri, untuk sementara. Daripada hidup berumah tangga namun tersiksa.

Berapa banyak wanita yang masuk ke dunia rumah tangga. Bersamaan dengan itu mereka masuk dunia penuh siksa.

Berapa banyak pula yang ingin keluar darinya?

Apa yang kita pikir baik belum tentu baik untuk kita.

Daripada terus menerus gelisah dalam menanti jodoh, lebih baik fokus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bisa membahagiakan orang lain.

Karena...

bahtera rumah tangga lebih membutuhkan kita: kita yang memberikan kebahagiaan. Bukan kita yang mengharapkan kebahagiaan.

Memang salah satu tujuan berumah tangga ialah mendapatkan kebahagiaan.

Namun demikian,

Justru mereka yang ingin membahagiakan orang lain (pasangan) yang mendapatkan kebahagiaan itu.

Bersabarlah sembari terus menyiapkan diri untuk orang terbaik yang kelak dikirimkan Tuhan untukmu.


CARA MENANTI JODOH YANG BAIK


Menanti bukanlah pekerjaan yang membosankan.

Justru ketika menanti sesuatu, kita banyak memiliki waktu. Sebelum disibukkan oleh banyak hal, sibukkan diri dengan hal-hal yang mengelokan masa depan.

AKU UNTUK SESEORANG YANG TERBAIK

Wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik. 

Oleh karena itu fokuskan diri menjadi diri terbaik, sebisa mungkin. 


Manusia senang berkumpul dengan sesamanya yang memiliki kemiripan. Maka jika ingin seseorang yang baik, jadilah orang yang lebih baik. 

Jika ingin mendapatkan seseorang yang pengertian, jadikan diri insan yang berjiwa besar. 

Aku untuk seseorang yang terbaik. Maka tabahkan hati dalam penantian ini.


BERDOA SELALU

Doa adalah senjata. 

Doa pula yang dapat mengubah takdir. 

Oleh karenanya jangan pernah bosan dalam berdoa. Tuhan Maha Mendengar. 

Berdoalah dengan sebenar-benarnya. Dengan deraian air mata, dengan segenap jiwa, dan rasa butuh yang amat sangat akan kasih sayangNya. 

Doa yang menggetarkan arsy. Yang gaungnya menggelegar di langit. 

Kapankah kita terakhir berdoa?

Dimana jiwa kita bergetar, mengharap pengabulan dari Rabb. Dan kita benar-benar merasakan terkabulnya doa tersebut. 

Sesungguhnya kita berlindung dari doa yang tidak terkabul, hawa nafsu yang dituruti, dan jiwa yang tidak tentram. 



MENYADARI: TAKDIRNYA ADALAH ADIL

Terlepas dari apapun juga, takdirNya adil untuk kita. 

IlmuNya meliputi segala sesuatu. HikmahNya diluar jangkauan kita sebagai manusia. 

Selalu saja ada hikmah dibalik peristiwa yang kadang kita sukai.


IKHTIAR

Ikhtiar merupakan cerminan bahwa kita bersungguh-sungguh.

Ikhtiar adalah doa dalam bentuk kerja.

Jangan pernah berputus asa. Sekecil apapun usaha kita, pasti ada balasannya.

Tidak mungkin menjadi sia-sia. Ikhlaskan hati. Luruskan niat. Biarkan jodoh itu datang dan bukan sekedar datang, tetapi ia membahagiakan hati yang satu-satunya ini.



PUISI MENANTI JODOH


Jangan risaukan jodohmu,
Karena lelaki yang baik itu tidak akan terpaut pada wanita :
Pada kecantikannya,
Pada lirikan dan senyumannya;
Pada bicara yang menggoda;
Pada bujuk rayu wanita
Yang meruntuhkan imannya.

Untuk sebuah hati yang masih menanti, menantilah dengan cinta.
Cinta yang akan membuat diri menerima apapun kehendak-Nya. Cinta karena-Nya menjadikan penantian itu tak pernah sia-sia.

Untuk sebuah hati yang masih merindu, rinduilah Dia yang paling layak untuk dirindu.

Merindukan-Nya adalah kerinduan yang terindah.

Allahumma Ya Allah... jadikanlah kami semua hambaMu yang dhoif ini... termasuk dalam golongan orang orang yang Engkau cintai. Amin

Agar Rumah Tangga Harmonis, Bahagia, Dan Sakinah

Membangun rumah tangga bahagia adalah impian setiap wanita. Mungkin setiap orang.

Karena rumah tangga yang bahagia merupakan setengah dari kebahagiaan.

Rumah adalah tempat kembali.

Di saat letih mendera, penat melanda, atau kerisauan memenuhi kepala, maka rumah yang tentram amat mendamaikan jiwa.

Rumah tentram pastilah dibangun dari rumah tangga yang bahagia.

Sedangkan,

Kunci rumah tangga bahagia ialah keharmonisan.

Maka dari itu,

Rahasia rumah tangga harmonis merupakan langkah awal mendapatkan setengah dari kebahagiaan hidup ini.


tips agar rumah tangga harmonis dan bahagia


KUNCI RUMAH TANGGA HARMONIS


Apa kunci rumah tangga bahagia? Apa kunci rumah tangga harmonis?

Apakah karena kasih sayang? Kata-kata romantis? Doa yang selalu dipanjatkan? Ataukah karena jiwa yang tenang.

Rumah tangga harmonis disebut juga keluarga sakinah.

Sakinah berarti tenang.

Maka kunci rumah tangga harmonis ialah ketenangan.

Ketenangan jiwa. Itulah kuncinya.

Namun bagaimana meraih ketenangan jiwa?

Padahal hari ini, di zaman ini, terkadang kita masuk ke dalam hiruk pikuk manusia dalam mengumpulkan harta.

Berangkat kerja di pagi hari. Lalu pulang ketika gelap sudah turun.

Kita kekurangan waktu untuk menikmati kehidupan itu sendiri. Kita mengejar sesuatu yang tak pernah ada habisnya.

Lalu saat harta itu sudah berada di tangan...

...banyak yang kemudian menyimpannya di dalam hati. Sehingga banyaknya harta justru bukan menambah kebahagiaan.

Melainkan menambah ketakutan dan kecemasan.



MENIKMATI IBADAH


Beruntung sekali....

Rumahku sangat dekat dengan masjid. Hanya 15 langkah.

Aku belajar untuk beribadah dengan benar. Setidaknya tepat waktu.

Sebisa mungkin menunaikan sholat secara berjamaah.

Entah bagaimana caranya, aku dan suamiku mulai merasakan ketenangan hidup yang selama ini kami cari-cari.

Ketenangan itu perlahan-lahan memenuhi dada.

Bukan tenang karena banyaknya income. Bukan itu. Ini tidak berkaitan dengan apapun yang berhubungan dengan duniawi.

Ketenangan hati itu membuat kami lebih rileks, memiliki banyak waktu berdua, dan tidak mudah tergiur tarikan dunia.

Ya, mudah-mudahan begitu adanya...



TRADISI KECIL YANG LUAR BIASA


Tidak ada hal besar yang aku lakukan untuk meraih rumah tangga harmonis.

Hanya hal-hal kecil. Sangat ringan dilakukan. Namun memang harus dibiasakan.

Dan inilah tradisi yang kulakukan:

  • Cium tangan setiap selesai shalat. 
  • Suami mengecup kening 
  • Menikmati waktu senja bersama-sama
  • Meluangkan waktu berbincang-bincang di malam hari
  • Duduk bersama melakukan dzikir setiap menjelang terbit dan terbenamnya matahari. 
  • Menyeruput teh atau jahe hangat di beranda rumah

Itulah tradisi kami.

Benar-benar hal kecil yang sangat ringan dilakukan. 

Namun demikian, dampaknya amat besar dalam membangun rumah tangga harmonis. 

Mungkin... kebiasaan tersebut di atas membuat kami lebih rileks. Misalnya ketika duduk berdua di senja kala...

Kami dapat berbincang tentang apapun. 

Kesempatan berbincang-bincang ringan itu mengeratkan ikatan batin, menambah saling pengertian di antara kami, dan tentunya kesempatan bercanda.

...Canda yang menyisakan kegembiraan di relung jiwa. 




TAK BERHENTI MENGGODA


Satu hal yang tak boleh dilupakan oleh seorang istri.... 

...jangan pernah berhenti menggoda suami.

Menggodanya akan menjaga sisa-sisa romantisme di waktu remaja.

Tidak banyak perempuan yang rajin menggoda suami. Alasannya karena tidak terbiasa. Atau mungkin malu.

Ada pula yang berfikir: hal tersebut tak perlu dilakukan karena usia yang sudah cukup tua.

Padahal tak ada usia tua untuk menjadi pasangan romantis.


Pandanglah aku di malam ini
Bukan sebagai seorang ibu dari anak-anakmu,

Tetapi:

Sebagai gadis kecil
yang ingin bermanja-manja.

Aku ingin menari, lagi. Bersamamu.
Seperti dahulu.

... di atas pasir.
Sembari kukalungkan lenganku
ke lehermu...

Lalu jadikan punggung kakimu
sebagai pijakan kakiku

Dan saat engkau melangkah
Aku mengikuti setiap langkahmu

Sambil saling menatap...

... beradu pandang...

saling melempar senyuman.

Di saat itulah
aku merasa sangat bahagia

Berjumpa denganmu
Dan menjadi teman hidupmu.

Itulah saat-saat terindah
dimana aku lupa
terhadap putaran waktu



Jadikan malam-malam tertentu sebagai malam bulan madu. Hanya aku dan kamu.

Dan sejenak lupakan segala masalah yang ada. Bukankah hidup ini bukan sekedar memecahkan masalah?

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Termasuk bermesraan.

Kemesraan yang tiada bertepi.

Kemesraan yang menyulam renda-rendah kebahagiaan, mengukir ketenangan, dan menumbuhkan keharmonisan.

Jangan pernah berhenti menggoda suami agar rumah tangga harmonis selalu.



MENYIAPKAN KEBUTUHANNYA


Siapkan Pakaian

Ketika hendak mandi, siapkan untuknya handuk.

Siapkan pula pakaian yang hendak dikenakannya.

Menyiapkan pakaian untuknya merupakan hal mudah. Namun dampaknya sangat luar biasa.

Tahukah Bunda? Ketika seorang suami mendapati pakaiannya sudah disiapkan oleh sang istri, hatinya merasa bahagia.

Ia manusia seperti kita.

Ia bahagia karena ada seseorang yang memperhatikannya.

Dan ketika seseorang merasa diperhatikan, ia merasakan juga curahan kasih sayang untuknya. Lalu jiwanya menjadi lebih tenang.

Jangan pernah biarkan ia mengambil pakaiannya sendiri....

Bantulah merapikan dasinya, mengancingkan kancing bajunya, atau sekedar membetulkan kerah bajunya.

Semua itu dilakukan agar rumah tangga harmonis.



Siapkan Makanan

Menyajikan makanan baik untuk sarapan ataupun makan malam merupakan hal penting bagi seorang suami.

Perut yang lapar biasanya lebih mudah emosi.

Terlebih bila ia sedang dirundung masalah di tempat kerjanya.

Jangan jadikan rumah sebagai tempat mengalihkan amarahnya. Tetapi jadikan rumah sebagai tempat penyejuk hatinya.

Dan penyejuk hati suami adalah seorang istri.

Ia membutuhkan sisi lembut dari kita...wanita.

Menyiapkan makanan... Menyiapkan makanan merupakan bagian dari cara menjalin hubungan rumah tangga harmonis.



Rencana Besar 

Membina rumah tangga harmonis tidak semudah yang dibayangkan. Tidak pula sesulit yang ditakutkan.

Kita hanya perlu menjalankan beberapa resep.

Resep yang membuat rumah tangga bahagia selamanya.

Salah satu resep yang sering aku lakukan ialah mempersiapkan "rencana besar."

Gantilah suasana kamar:

Dengan mengganti spreinya, merapikannya, memberinya harum-haruman.

Suasana yang nyaman akan menambah kemesraan.



JAUHKAN CAMPUR TANGAN ORANG LAIN


Kitalah yang mengarungi gelombang kehidupan ini.

Kita berdua yang menentukan ke mana bahtera rumah tangga berlayar. Apakah ke utara, ke selatan, atau ke Barat.

Oleh karena itu:

Segala keputusan sebenarnya berada di tangan suami istri.

Dengan begitu,

Jauhkan rumah tangga dari campur tangan orang lain.

Baik keluarga, orang tua, tetangga, teman, ataupun sahabat.


SEDIKIT YANG MEMBERI SOLUSI RUMAH TANGGA 


Hanya sedikit orang yang dapat mendamaikan hati yang resah.

Begitu pula dalam urusan rumah tangga. Hanya sedikit yang benar-benar dapat membantu menyelesaikan masalah rumah tangga.

Bahkan orang tua...

Banyak orang tua yang justru membuat masalah rumah tangga semakin rumit.

Maka dari itu,

Jangan pernah menceritakan urusan rumah tangga kepada orang lain!

Kecuali.... kepada orang yang benar-benar membantu dan menjadikan rumah tangga kita semakin harmonis.

Tetapi orang seperti itu jarang sekali.

Ada kalanya seseorang menceritakan permasalahan rumah tangga dengan harapan agar orang lain bisa memberikan solusi.

Yang terjadi justru sebaliknya.

Keadaan hati semakin panas. Pikiran semakin tak tenang.

Jika memang begitu, maka tinggalkanlah kebiasaan menceritakan permasalahan rumah tangga kepada orang lain.


CERITAKAN SEGALA DALAM DOA


Apapun masalah rumah tangga yang dihadapi, ceritakan kepada Tuhan.

Tuhan Maha Tahu. Tetapi ketika kita bersimpuh di hadapan-Nya, menceritakan segala keresahan, mengakui segala kesalahan, dan ...

...mengakui bahwa kita tidak sanggup menyelesaikan masalah tersebut tanpa kekuasaan-Nya, maka jiwa akan tenang.

Jiwa merasakan adanya curahan rahmat.

Dadapun serasa dipenuhi oleh kegembiraan.

Lalu:

Akan tumbuh keyakinan yang tak terpatahkan bahwa segalanya pasti terselesaikan.

Itulah dampak ketika kita rendah hati di hadapan Tuhan.

Dan Tuhan pasti menghadiahkan sesuatu yang sangat mahal, yakni: ketenangan.


HAL INI SERING KALI TERJADI


Meskipun usia pernikahan kami belum bisa dikatakan lama...

Aku sering menjadi tempat orang lain mencurahkan permasalahan rumah tangga.

Dari sana aku mengetahui:

Manakala seseorang menceritakan masalah rumah tangganya...

Ketika ia terlibat pertengkaran dengan pasangannnya....

Yang terjadi adalah pembenaran diri. Ia merasa apa yang dilakukannya benar. Dan kesalahan terletak pada pasangannya.

Akibatnya ia menjelek-jelekan pasangannya.

Semakin bercerita semakin besar jurang di antara mereka.

Maka berhati-hatilah dalam membuka rahasia rumah tangga. Alih-alih mendapatkan mendapatkan rumah tangga harmonis, justru merusak rumah tangga yang sudah dibangun.



MELAKUKAN AKTIVITAS BERSAMA

HOBI BERSAMA

Kebersamaan yang dimulai dari hobi biasanya lebih langgeng. Lebih mudah dibangun.

Karena masing-masing bukan fokus kepada dirinya, melainkan fokus kepada aktivitas yang dilakukan bersama.

Mengerjakan sesuatu yang disenangi bersama-sama mempererat ikatan batin.

Dan sesungguhnya bukan mengerjakan, melainkan menikmati.

Maka bila memiliki hobi yang sama, jangan tinggalkan. Luangkan waktu sebisa mungkin.

Sebab di sanalah jiwa ini mendapatkan kegembiraan.



MEMBANTU PEKERJAAN MASING-MASING


Ada pekerjaan-pekerjaan kecil yang bisa pula dikerjakan bersama-sama.

Aku selalu mencari kesempatan tersebut.

Misalnya ketika ia mengutak-atik kendaraan, maka di sanalah ada diriku bersama secangkir teh hangat untuknya.

Bukan sesuatu yang besar.

Hanya perlu pembiasaan.

Bukan masalah secangkir teh-nya, melainkan perhatian dan kebersamaan yang membuat rumah tangga semakin harmonis.



BERTERIMAKASIH SETIAP MALAM 


Inilah hukum yang berlaku dalam sebuah hubungan:

Banyak mengeluhkankan pasangan, menyurutkan cinta. Berterimakasih untuk sekecil apapun pengorbannya, meningkatkan rasa cinta.

Berterimakasihlah.


...

Doa Untuk Suamiku Sayang

Suatu malam yang sunyi...


Aku membaca tulisan suamiku. Ia menyusun tulisannya dalam bentuk sebuah buku. Untukku. Mungkin buku itu untukku.

Pada covernya tertulis... "Untukmu, Jelitaku."

Seluruh tulisannya terasa begitu lembut. Sebagian berisi curahan hati. Sebagian lain berupa puisi. Dan sisanya berupa harapan yang terangkai seperti doa.

Aku membaca beberapa judul.

Tak terasa ini hati mulai menggeletar. Ya, kami memang sering menulis sebagai sarana menyampaikan sesuatu.

Terlebih jika "sesuatu" itu sulit diungkapkan dengan cara biasa.

Akupun mendapat ilham untuk membalas tulisan itu. Mungkin judulnya, "Doa Untuk Suamiku Sayang."

Tetapi pertama-tama ingin kutulis Jelitaku, untaian kata berisi ucapan terimakasih dari suamiku.




doa untuk suamiku sayang cinta sayang


JELITAKU


Jelitaku...

Terimakasih atas waktumu yang kau curahkan untukku dan putera puteri kita. Terimakasih untuk senyumanmu yang tulus dan indah itu...

Untuk pengertianmu atas kekuranganku; untuk maaf yang kau berikan kepadaku.

Terimakasih untuk kesediaanmu bergandeng tangan denganku; untuk nasehat-nasehat tulusmu, pelukan hangat di awal hari...

Untuk penerimaanmu atas keadaanku.

Terimakasih untuk setiap tetes keringat yang kau gunakan demi kebahagiaan keluarga; setiap tetes air matamu demi keutuhan rumah tangga kita.

Terimakasih engkau masih di sampingku, mendengarkan suara hatiku.

Aku bahagia bersamamu. Aku tenang bila engkau di dekatku. Aku tentram bila kau berikan senyumanmu.

Aku melihat kecintaan pada tatap matamu. Aku merasakan kelembutan hatimu. Aku merasakan kesejukan kasih sayangmu. Indahnya pengorbananmu. Kuatnya hatimu. Aku merasakan kegigihan mengalir pada darahmu.

Sungguh!

Kecintaanmu itu amat indah. Kasih sayangmu amat sejuk. Senyumamu membuatku makin rindu. Pengertianmu membuatku kagum. Kelembutanmu mendekatkan. Dekapanmu penuh makna.

Istriku... Jelitaku...

Doakan suamimu dan maafkan kekurangannya....

***



Aku mulai merasakan turunnya suasana romantis. Perlahan-lahan kata-kata yang kubaca itu mulai mempengaruhiku.

Ah...suamiku sayang. Ia suka menulis. Semenjak dahulu. Dan selalu menulis. Baginya, itu adalah caranya untuk mengkomunikasikan apapun yang ada dalam dirinya.

Lalu bagaimana aku membalasnya dalam diary....?

Tetapi hati ini sudah terilhami... Maka terbit juga beberapa rangkaian kata. Ditulis di sini.


DOA DI PUNCAK BADAI


Wahai Dzat Yang Maha Agung
Hanya kepadaMu kami memohon
Hanya kepadaMu kami berharap
Hanya kepadaMu kami berdoa

KepadaMu kami berserah
KepadaMu kami bersimpuh

Wahai Yang Maha Agung

Kuatkan jiwa kami
di hadapan amuk badai kehidupan

Tabahkan hati kami
dalam menghadapi cobaan

Luaskan jiwa kami
dalam menyambut debur ombak lautan

KepadaMu kami meminta
keimanan tak tergoyahkan
keyakinan tak terpatahkan
ketenangan tak terperikan

;

Jadikan setiap tetes keringat ini
sebagai ladang kebaikan

Setiap tetes air mata ini
sebagai bentuk penghambaan

Setiap kesulitan
sebagai jalan bagi kami
menuju kedewasaan

Setiap nikmat dariMu
sebagai alasan untuk kami senantiasa bersyukur.


KepadaMu
Kami serahkan segala urusan
Kami letakan beban-beban kami

Ampuni kami
Ampuni semua dosa-dosa kami.

***



Doa Di Puncak Badai adalah sisa dari sekeping kenanganku di awal-awal pernikahan.

Sebuah puisi yang sebenarnya berisikan motivasi untukku agar tetap tegar bagaimanapun kondisi kami.

Aku masih ingat.

Ketika kami hanya mendapatkan tinggal seukuran 1.5 m x 2.5 m. Itupun di pinggiran rel kereta api.

Padahal kami baru saja mempunyai bayi mungil, Fatih Handzalah, putera pertama kami. Dapat dibayangkan bagaimana kehidupan saat itu.

Suara derit kereta yang sangat mengganggu. Debu yang selalu mengepul.

Belum lagi suasana sekitar yang jauh dari nyaman. Setiap hari ada saja orang bertengkar, preman yang memalak, atau para PSK yang berkeliaran.

Korban kriminal bukan lagi sesuatu yang baru.

Entah pagi, siang, atau malam kejahatan bisa terjadi di tempat itu.

Tetapi:

Itulah saat-saat terindah bagiku. Betapa perjuangan membangun masa depan bersama suami amat berliku.

Menitik air mata ini.

Kami terus berjibaku melawan nasib yang suram. Menangis pilu di dalam hati. Lalu bangkit lagi. Lalu kegagalan demi kegagalan menghantam. Kami terjatuh.

Bangkit lagi. Jatuh lagi. Begitu seterusnya berkali-kali.

Aku tahu ia hampir frustasi menghadapi keadaan itu.

Ia sering termenung seorang diri. Menahan beban dalam pikirannya. Aku tahu, iapun menahan tangis bila kami sedang makan bersama.

Tak ada lauk pauk di piring kami kecuali satu-satunya kerupuk udang seharga 500 rupiah. Hanya itu. Tak lebih.


Aku hanya mampu berdoa agar api harapan terus menyala dalam dadanya. Jangan sampai padam. Jangan sampai.

"Suamiku ... doa dariku selalu bersamamu."


Tetapi sekali lagi..

... itulah saat-saat terindah bagiku.

Tak henti-hentinya kulantunkan doa-doa untuk suamiku. Rasa sayang ini tak boleh pupus hanya oleh keadaan memprihatinkan.

Aku yakin. Suatu hari nasib akan berpihak kepada kami.

Aku yakin. Tuhan tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap usaha dari hamba-Nya. Ia pasti mendengar setiap jeritan hati ini.

Ia pasti mendengar doa hamba-Nya.

Betapa aku tak berdaya tanpa Tuhan. Maka saat berdoa adalah saat-saat terindah. Terasa begitu dekat rahmat-Nya. Bagai gerimis di tengah kemarau.


MEMPERTEMUKAN KERJA DAN DOA



Aku ingin menaklukkan tingginya gunung. Menembus pekatnya malam. Menyibak dinginnya halimun pagi. Hingga hatiku bergetar...
Betapa nikmatnya perjuangan itu.

Aku mulai memahami mengapa manusia perlu berjuang dan berkorban. Mengapa masing-masing kita bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

Bukankah dengan berjuang diri ini lebih menghargai sesuatu: sesuatu yang dicapai dengan susah payah.

Bukankah banyaknya pengorbanan akan semakin menambah pundi-pundi kebahagiaan.

Semakin sulit mendapatkan sesuatu, semakin besar pula tingkat kebahagiaan di dalam jiwa saat mendapatkannya.

Seorang anak yang diberi sepotong es krim oleh ibunya akan merasa bahagia.

Tetapi seorang anak yang harus bekerja demi mengumpulkan uang, lalu dengan uang itu ia bisa membeli es krim yang sangat diinginkannya, maka anak itu pasti lebih bahagia.

Maka,

Aku dan suamiku menceburkan diri ke dalam kerja-kerja panjang.

Bekerja dalam keletihan merupakan sumber kebahagiaan bagi kami. Jika bukan sekarang, pasti suatu hari kelak kami merasakan kebahagiaan itu.

Ada semacam energi besar yang terus mengalir.

Energi yang mengalir deras saat aku berpikir bahwa Tuhan Maha Adil. Siapapun yang berusaha, pasti ia mendapatkan.

Siapa yang belajar pasti akan semakin pintar.

Siapa yang berupaya, pasti ia akan mendapatkan jalan keluar. Itulah keadilan Tuhan.


Merakit kerja-kerja kecil demi merajut kemakmuran semakin indah saat disatukan dengan doa-doa.

Siang hari adalah waktu untuk kerja panjang. Sedangkan malam hari adalah saat tepat untuk bersimpuh memanjatkan doa.

Dengan mempertemukan doa dan kerja aku berharap cita-cita kami benar-benar tercapai.



DOA UNTUK SUAMIKU SAYANG


Kehidupan terus berlanjut. Matahari terbit dan tenggelam setiap hari. Siang dan malam datang silih berganti.

Aku menyadari nasib kami mulai bercahaya. Perlahan-lahan. Sedikit demi sedikit.

Tak ada yang abadi dalam hidup ini. Siapapun bisa melambung di puncak kekayaan. Bisa jatuh ke jurang kemiskinan.

Meninggalkan masa lalu yang kelam lalu menapaki jalan yang lebih cerah, harus menjadikanku sebagai hamba yang bersyukur.

Aku ingin terus bersamanya..suamiku.

Menapaki kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan.

Meskipun begitu, aku menyadari ... suamiku hanyalah biasa. Seperti manusia lainnya. Selalu ada peluang untuk melakukan kesalahan.

Iapun memerlukan orang lain untuk membimbingnya. Menyemangati. Dan menyayanginya.

Selain itu, ia membutuhkan doa.

Doa dari kami semua.



Wahai Dzat Yang Maha Pemurah

Engkaulah Pemilik segala sesuatu
Engkau pula yang menguasai segala sesuatu.

Jagalah dia dengan penjagaan-Mu
Anugerahi kekuatan dalam menghadapi semua ujianMu

Mantapkan hatinya
Ringannya langkahnya

Mampukan untuk tersenyum di tengah kesedihan.
Bangkit tatkala terpuruk.
Tabah ketika dalam kesulitan.
Dan bersyukur dalam keberlimpahan.

Engkau telah tetapkan ia sebagai teman
menapaki kehidupan ini.

Titipkan kepada kami kebahagiaan
Curahi kami ketenangan
Limpahi ketentraman

Kuatkan dirinya dalam memimpin kami semua
Menuju kehidupan penuh kesentosaan.


DOA UNTUK SUAMIKU SAYANG



Aku haturkan rasa syukurku padaMu
Untuk segala kemurahan dan kasih sayangMu.

Telah Kau utus cinta untukku
Dan kusambut dengan penuh kegembiraan

Kulayani sebisaku
Kutaati semampuku

Kucintai setulus-tulusnya
Kusayangi sebesar-besarnya

Karuniakan kepada kami
rasa kasih sejauh perjalanan ini

Kabulkan segala doanya
Wujudkan mimpi-mimpi indahnya

Cahayai hatinya dengan cahayaMu
Penuhi dadanya dengan ketentraman

Sabarkan ia dalam menempuhi kehidupan ini.

Kuatkan jiwanya
Kuatkan raganya

Tunjukan jalannya

Menuju muara cinta dariMu.

Engkaulah satu-satunya pemelihara,
maka kepadaMu aku memohon
agar Engkau memelihara jiwanya

Engkau yang menjaga
Jagalah ia dari segala kerusakan

Bersihkan hatinya dari iri dan dengki
Jauhkan dari dendam dan amarah

Wahai Dzat Yang Maha Agung

Kabulkanlah doaku.


Kata-Kata Cinta Romantis Untuk Kekasih Hatiku

kumpulan kata kata cinta romantis untuk kekasih dalam puisi


DIA, SUAMIKU YANG KUCINTAI SETIAP HARI


Aku tidak memiliki kebersamaan sehebat ini dengan manusia lain, hanya dengan suamiku.

Dan tepat saat ini kami sedang menikmati sesuatu yang baru bersama-sama. Jalan-jalan berdua, kebersamaan yang manis, aman, dan nyaman, yang menawarkan cinta baru setiap hari...

Dan kecupan hangat yang tak terduga yang sebelumnya tak pernah terjadi.

Saat ini adalah saat yang baru; begitu pula setiap hari yang kami jalani berdua.

Cintaku yang paling dalam yang pernah kuberikan kepadanya adalah pada hari yang sedang kujalani bersamanya. Setiap hari aku mencintainya.

Cintaku padanya adalah cinta seorang gadis kecil. Cinta yang sulur-sulurnya adalah ketulusan dan kepolosan.

Cintaku padanya adalah cinta yang diajarkan Nabi agar kecintaan ini mendekatkan diri kepada cinta-Nya.

Dialah suamiku yang kucintai.

Sebagai seorang wanita terkadang aku ingin bermanja dengannya. Sebagai wanita aku ingin berada di dekapannya, menangis menumpahkan segala perasaanku padanya.

Tetapi kamipun harus belajar tentang cinta. Membina kemesraan memerlukan ketekunan dan kesabaran.

Tetapi apapun kondisinya... aku mesti berbahagia.

Aku pernah berpikir tentang wanita yang pintar, cerdas, cantik, dan mempunyai karir yang cerah. Tetapi bagiku sehebat apapun dia, bila ia belum menikah dan tidak mempunyai keluarga, berarti ia belum mempunyai apa-apa.

***


Itulah sedikit kata-kata cinta romantis untuk kekasih. Suamiku. Pendamping hidupku...

Keromantisan bukan hanya milik anak-anak muda. Justru semakin hari semakin kita membutuhkannya.

Bila di awal pernikahan merupakan masa-masa memahami satu sama lain, maka saat ini adalah waktu yang tepat menyatakan cinta kasih itu...

Salah satu cara mengungkapkan cinta adalah dengan kata-kata.

Dengan kata-kata...

...kita bisa menciptakan kedamaian.
...bisa terjadi pertengkaran.

Terkadang kata-kata bisa lebih tajam daripada pedang. Melukai lebih pedih daripada pisau.

Namun jika kata-kata diterbitkan dari mata air cinta, maka ia akan dipenuhi dengan rasa cinta, kasih sayang, ketulusan...


DIARY CINTA


Rumah tangga memerlukan suasana romantis. Romantis sepanjang usia pernikahan itu sendiri.

Membangun suasana romantis bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya dengan menyediakan diary khusus...

....DIARY CINTA...

Sebuah buku yang dikhususkan untuk menulis ungkapan-ungkapan cinta antara kita dan kekasih hati.

Dalam Diary Cinta itu, saya menuangkan kata-kata romantis. Entah dalam bentuk puisi, kalimat, ataupun prosa.

Lalu:

Saya akan mendapatkan balasan darinya.

Sebuah balasan yang membuat hati ini kembali berbunga-bunga.

Di bawah ini kata-kata cinta yang mungkin romantis dari sang pujaan hati. Semoga bisa memberikan inspirasi.


SETANGKAI BUNGA SURGA


KEKASIHKU. Aku baru saja bermimpi. Kita memiliki rumah idaman. Luas seperti yang kita harapkan.


Dan dindingnya disulam dari warna ungu kesukaanmu di antara putihnya. Aku meletakkan beberapa jambangan bunga cantik di ruang kita.

Dengan hati yan damai, kusiapkan segalanya untukmu. Gelas-gelas yang bercahaya di kamar, bunga-bunga cantik di sisi ranjang, juga keharuman untuk kau hirup.

Dengarkanlah...

Setiap pagi. Akan kumandikan dirimu. Kubersihkan tubuh indahmu. Kusiramkan perlahan-lahan air yang sejuk itu.

Rembutmu...kusisiri perlahan-lahan. Kukenakan busana terhalus pada tubuhmu. Diam sajalah. Cukup diriku saja yang mengerjakannya.

Bila usai... sebuah kecupan paling hangat kuberikan untuk keningmu, hingga seolah hatimu yang kukecup.

Begitu petang tiba. Kan kuulangi sekali lagi...

Kan kulakukan segalanya. Karena aku ingin memunguti dari pikiranmu kegundahan. Kubersihkan duka lara, kupetiki resah gelisah...

Tak kurelakan sebutir debupun ada di wajahmu...

Hingga hanya kedamaian yang tersisa di wajah ayumu. Keanggunan yang mencahayainya. Kesentosaan yang memancar dari bola matamu.

Engkau tidak makan kecuali makanan yang kusuapkan dengan segala ketulusan hatiku. Kusiapkan minuman dan kau teguk saja karena aku membantu menuangkannya di bibirmu...

Kekasihku...

Sebelum engkau jatuh tertidur... Kan kuusapkan kehangatan dari jemariku ke pundak dan tubuhku.

Kan kusisiri rambutmu serapi-rapinya. Kuelus-elus sampai ketenangan turun ke hatimu. Sambil kubercerita tentang mimpi-mimpi di masa depan. Sambil kulantunkan firman-firman-Nya yang teramat indah.

Tenanglah.

Aku tak akan pergi ke manapun. Kutemani dirimu.

Aku akan duduk di sisimu hingga engkau terpejam. Dan bila engkau telah di peraduanmu, kuselipkan setangkai bunga surga.

Kan kutatap dirimu dengan segala kecantikannya hingga aku puas. Lalu aku akan bersimpuh di hadapan Tuhanku mengucapkan rasa terimakasih sebab telah menganugerahkan bidadari untukku.

Kekasihku...dengarlah bisikanku... Meski engkau tertidur, aku tahu jiwamu mendengarkannya...

***


Puisi adalah anugerah dalam kehidupan kami.

Puisi dan kata-kata merekam perjalanan cinta kami. Juga menguraikan perasaan-perasaan yang berkecamuk di dalam dada.

Ada kalanya tak ada seorangpun yang bisa diajak bicara.

Tak ada telinga yang mendengarkan kesedihan kita.

Namun:

Dengan menulis, beban perasaan terasa lebih ringan.

Membaca kata-kata cinta darinya membuat air mata saya menetes. Kadang saya membaca tulisan-tulisannya dirinya dan anak-anak sudah tertidur.

Meskipun badan letih karena kerja seharian...

...ketika hati ini terharu oleh kata-kata romantis darinya, maka hilanglah letih itu.

Di situlah hati ini dipenuhi rasa bahagia sebagai seorang istri; bahagia sebagai seorang ibu - yang belajar selalu lebih baik dan bijaksana -...

Kata-kata yang dituangkan dalam tulisan puitis terkadang menjadi inspirasi.

Saya sesekali membaca tulisan-tulisan lama untuk mendapatkan inspirasi ataupun menyegarkan alam pikiran.

Jika masih bersedia, mari kita baca lagi rangkaian kata-kata cinta romantis dari tulisan lama kami.



KEKALKANLAH PERNIKAHAN INI


... Di jalan ini kita melangkah... dengan segala keterbatasan... dengan segala kekurangan. Tetaplah teguh dalam merajut ketenangan jiwa.

Izinkan hati ini merasakan damainya berumah tangga. Izinkan hati ini mengecap ketenangan.

Rumah tangga ini adalah taman-taman terindah yang kita punya.

Rumah tangga kita adalah tempat jiwa dan hati kita menyenandungkan nyanyian cinta. Rumah tangga kita adalah sumber ketenanga jiwa.

Rumah tangga kita adalah kebersamaan yang dilandasi keimanan. Maka rawatlah... suburkanlah jangan sampai kekeringan.

Inilah kebersamaan terindah yang ada dalam sejarah manusia: pernikahan dan rumah tangga.

Kebersamaan yang tak terpisah oleh waktu. Maka eratkanlah kebersamaan kita di jalan ini. Pernikahan bukanlah hanya sekedar berkumpulnya dua insan; tetapi lebih jauh.. pernikahan merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Entah sampai kapan kita merasakan kebersamaan ini.

Saat kita menatap wajah-wajah buah hati, ternyata mereka sudah tumbuh besar. Betapa kita jauh kita berjalan.

Cobalah pandangi wajah-wajah buah hati saat mereka tidur dalam kepulasan. Ada cahaya kedamaian pada wajah mereka.

...lebih damai dari embun yang menetes dari daun di pagi hari. Dan kedamaian rumah tangga kita akan menambah kedamaian dalam jiwa-jiwa mereka.

Entah sampai kapan kita merasakan kebersamaan ini.

Buah hati kita yang dulu masih mungil dalam buaian, kini telah beranjak tumbuh menuju masa-masa lebih matang.

Ketika kita pandai mereka... bukankah mereka adalah malaikat kita.

Mereka penghibur saat kita gundah, menyemangati kita, dan merekalah tempat kita mencurahkan segenap kasih sayang ini.

Entah sampai kapan kebersamaan ini?

Waktu terus berjalan. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun.

Kebersamaan ini begitu indah hingga tak ada kata-kata yang dapat menggambarkannya.


MASA-MASA SULIT

Kita pernah melewati masa-masa tersulit dalam rumah tangga ini. Tetapi kita telah mampu melewatinya.

Kita pernah putus harapan dalam rumah tangga ini, tetapi kita telah mampu melewatinya. Dan kita tetap bersama.

Dan kini ditambah dengan buah hati kita, buah hati yang kita sayangi.

Entah sampai kapan... Aku ingin kebersamaan ini selama-lamanya.

***


KATA-KATA CINTA ROMANTIS DALAM QUOTE


Selain tulisan-tulisan panjang seperti di atas, saya sering mengumpulkan kata-kata cinta romantis dalam bentuk quote.

Kita memerlukan cinta di awal pernikahan. Namun lebih memerlukannya di masa-masa setelahnya.  
Jatuh cinta itu berbeda dari mencintai. Jatuh cinta bersifat pasif. Mencintai itu kata kerja aktif. 
Semua orang bisa jatuh cinta. Hanya sedikit yang mampu mencintai.
Kata-kata cinta hanya bertenaga bila yang mengucapkannya percaya pada apa yang dikatakannya.
Sekeras apapun sifat wanita, ia membutuhkan kata-kata cinta romantis dari lelaki sejati. 
 Seorang kekasih tidak mengatakan bahwa "engkau ada di dalam hatiku." Melainkan "Aku berada di dalam hatinya."
Sepasang kekasih ibarat satu hati dengan dua sayap.
Para pecinta tidak pernah sakit hati karena ia memberi cinta untuk membahagiakan pasangannya. Bukan sekedar membahagiakan dirinya sendiri. 
Jika Anda menjadikan pasangan sebagai sumber kebahagiaan, maka Anda pasti sakit hati bila pasangan Anda meninggalkan Anda. Bukan karena perginya sang kekasih, melainkan karena Anda kehilangan kebahagiaan. 
Cinta itu harus diucapkan dengan lisan, dibuktikan dengan kepribadian, dan dikuatkan dengan ketulusan hati. 
Tugas pertama dari cinta adalah MENDENGARKAN.  
Kata cinta tak bermakna tanpa kesetiaan. Kesetiaan tak bermakna tanpa pengorbanan.
Sesuatu yang sulit dilakukan kepada orang yang selalu berkorban adalah mengkhianatinya. 
Aku akan selalu mencintaimu hingga engkau tak memiliki alasan untuk meninggalkanku. 
Jangan habiskan tenaga untuk mencari seorang wanita yang baik. Fokuskan diri untuk menjadi lelaki baik.  
Masih banyak lagi kata-kata cinta seperti di atas yang bertebaran di dunia maya. Meskipun tak semuanya memiliki makna.

Mencatat satu atau dua kalimat bagi saya sudah cukup. Sebagai filosofi dalam merangkai bunga-bunga cinta di rumah tangga.

KATA-KATA CINTA ROMANTIS DALAM PUISI PENDEK


Puisi-puisi pendek menjadi tempat lain bagi saya untuk menuangkan pemikiran. Termasuk untuk mengungkapkan rasa cinta.

Bagi saya, puisi menjadi tempat yang paling mudah untuk membangun suasana romantis.

Mungkin juga bagi orang lain.

Oleh karena itu tidak sedikit orang yang menuliskan puisi sekedar untuk mencurahkan perasaan yang tak tersalurkan.

Dengan menulis puisi, saya bisa melihat siapa diri saya secara lebih jernih.

Di bawah ini beberapa puisi yang disulam dari berbagai kosa kata yang ada dalam pikiran. Mungkin bisa mewakili perasaan pembaca.



Genggamlah

Genggamlah tanganku:
aku akan pergi bersamamu
menyusuri padang rumput,
hutan lebat,
pantai berpasir,

atau

sungai-sungai kecil
di kaki bukit.

Aku ingin selalu bersamamu:
karena bersamamu
ada sebentuk kebahagiaan
dalam hatiku.

Hanya karena itu.



Katakanlah

Katakanlah kata-katamu:
bahwa engkau mencintaiku
dengan cinta yang lucu
yang hanya dimiliki oleh dirimu.

Katakanlah dengan lisanmu:
sebab kamu telah mengatakan cinta
dengan senyuman dan tatapan mata

Katakanlah. Sebab aku masih menunggu.
Kata terindah dalam hidupku.
Yang kudengar dari bibirmu.



Bahagia Itu Sederhana Bagiku

Bahagia itu sederhana bagiku
Saat aku mengenal cinta darimu

Bahagia
Untuk sekedar mengenang caramu
membuka pikiran dan menjernihkan peraasaanku.

Bahwa cinta
Bukan sekedar pertemuan dan penyatuan
Melainkan jalan menuju kematangan

Cinta bukan sekedar keromantisan
Melainkan kearifan dan kebijaksanaan.

Bahagia sekedar mengenang
caramu menatap orang-orang yang kau kasihi
caramu tersenyum penuh kemesraan
caramu marah kepadaku, yang aku sukai.

Kamu seperti gerimis senja
Membersihkan udara
Menyegarkan suasana
Lalu memberi pelangi pada angkasa

Kamu seperti pena
Yang menuliskan cerita
bukan sekedar indah
tetapi mengisinya dengan seribu makna

Aku bahagia untuk sekedar mengenangmu
Mengenang saat-saat sulit kita
dimana engkau mengajarkan arti ketabahan
menjaga api harapan

lalu

bekerja penuh ketulusan
bersimpuh dalam doa-doa panjang

Dan mengatakan
Bahwa Tuhan tidak pernah sia-siakan
Sebutirpun dari usaha yang kita lakukan.

Aku bahagia bersamamu.

Dan kamu...

Mungkin lebih bahagia dariku
Karena mampu memberikan kebahagiaan, untukku.



Kusimpan Selalu

Kan kusimpan selalu
Semua rahasia cintaku

Bahwa aku dan semua rasaku
Kurelakan untukmu, semenjak dahulu.

Mungkin kamu tak pernah tahu
Mengagumimu
mencintaimu
menyayangimu
mengharapkanmu
...menyisakan rasa bahagia dalam hatiku.

Dan aku tak ingin rasa itu pergi.

Biarkan cinta penuh rahasia ini menjadi milikku,
untukku.

....sebab aku ingin tetap mencintamu
dengan cinta seorang gadis lugu
yang tak mampu
sekedar menyatakan di hadapanmu;

gadis kecil yang terhalang oleh rasa malu
tuk sekedar mengatakan kata-kata cinta
kepada seorang lelaki yang membuatnya terkesima.


Kamu, Cinta, dan Masa Depan

Saat orang lain yang mengakui mencintai
menuntut agar orang yang dicintainya bisa memberikan kebahagiaan...

;

kamu bukan sekedar itu
kamu yang membimbingku
bahwa diriku mesti mampu berbahagia
tanpa ataupun denganmu.

Dan itulah orang yang kuat. Katamu.

Karena, katamu, perjalanan cinta kita mungkin masih panjang.

Ada  ombak yang berdebur di depan,
gelombang yang melantakan,
badai yang menghadang,
dan
aral melintang.

Kita tidak terlahir dari ayah bunda yang dikelilingi mutiara
Tidak pula dipagari bunga-bunga

Maka:

Bahtera cinta kita...

...terbentuk dari kerja keras,
dari peluh dan keringat,
perjuangan dan pengorbanan

Tuk

Mengukir masa depan gemilang

Maka:

Kamu mengajariku agar siap dengan masa-masa sulit
Dimana kamu berjibaku dengan buku-buku;
kerja keras, keletihan, dan harapan.

Mencintaimu:
membuatku menyadari
mungkin aku tak selalu berdekatan denganmu

Itulah kamu.
Dan caramu mencintaiku.

Itulah kamu.
Dan mimpimu.

Aku mengerti. Aku memahami.

***


Itulah untaian kata yang bisa saya tuliskan. Terangkum dalam tema "kata-kata romantis untuk kekasih hatiku."

Ditulis di senja hari.

Ditemani angin semilir. Disyahdukan oleh violin Ibrahim Pasha. Dan diindahkan oleh senyuman manis darinya.